tag of the HTML coffee break

coffee break

relaxed for a moment with a cup of coffee

cofee tubruk

LIFE STYLE

5/29/2010

Ide Wirausaha: Kedai Kopi

Posted by Healthy care

Mesin pembuat cappuccino.
Minggu, 6/9/2009 | 11:32 WIB
KOMPAS.com - Berwirausaha dengan modal terjangkau dan untung besar hampir dipastikan banyak diminati orang. Itulah gagasan atau cita-cita yang dianut pengusaha yang akan mengajak bermitra kepada siapa pun juga.
Kepada harian Warta Kota, Iwan Agustian, pemilik waralaba Semerbak Coffee Blend, mengatakan, untuk menjalankan usaha ini modal yang dibutuhkan calon pewaralaba hanya Rp 7 juta. Biaya itu sudah termasuk konter, bahan kopi sebanyak 6 rasa untuk 120 gelas atau cup, media promosi, software keuangan, seragam, dan manual pengoperasian.
Ada yang membedakan waralaba ini dengan waralaba lainnya. Kata Iwan, selain tidak memungut biaya franchise dan biaya promosi, Semerbak Coffee Blend juga tidak memakai sistem kontrak untuk kerja sama. Pewaralaba cukup belanja kebutuhan bahan kopi di kantor pusat Semerbak Coffee Blend.
"Ini yang membedakan waralaba kami. Kami berpegang pada visi yang kami buat. Kami ingin menciptakan pengusaha baru yang ingin berwirausaha di bidang minuman. Maka dari itu tidak dipungut biaya apapun kepada mitra kami. Termasuk tidak ada kontrak fee dan tidak ada batasan bulan bahkan tahun," ujar Iwan, Selasa (1/9).
Cuma untuk mengikatnya, kata Iwan, para mitra harus belanja bahan kopi di kantor pusat. Termasuk para mitra yang berada di luar Depok atau luar Pulau Jawa, membeli bahan pembuat kopi di kantor yang berada di Jalan Nusantara, Depok itu. Untuk mitra yang berada di luar kota bahan pembuat kopi akan dikirim.
Sebelum menjadi mitra, calon mitra bisa mencicipi bahan dari pembuat kopi. Bagi yang berminat bisa membeli sampel yang berisi enam bahan kopi seharga Rp 50.000,-. Dalam paket ini terdapat bagaimana cara membuat dan menyajikan kopi blend. Harga sampel itu tidak termasuk ongkos kirim.
"Kami beri kesempatan kepada yang berminat untuk mencoba dulu sebelum memutuskan untuk bermitra dengan kami. Bila cocok, bisa diteruskan untuk bekerja sama dengan membayar uang muka 50 persen. Mengenai lokasi penjualan diserahkan langsung ke mitra. Kami tidak ikut survei. Karena yang tahu lokasi dan seluk-beluk pasarnya adalah mitra," kata Iwan.
Di sisi lain, waralaba ini juga bisa memberikan nilai lebih kepada calon mitranya. Misalnya, kata Iwan, mitra atau pewaralaba sudah menekuni usaha makanan lainnya, seperti menjual bakso atau somay, tetap bisa menjadi mitra tanpa harus menutup usaha yang sudah ditekuni.
Menu Semerbak Coffe Blend adalah iced cappuccino latte, hazelnut cappuccino latte, tiramisu cappuccino latte, caramel cappuccino latte, vanila cappuccino latte, dan chocolate cappuccino latte.
Iwan mengatakan, dalam satu hari pewaralaba yang sudah jalan rata-rata bisa menjual 200 gelas dengan harga jual dari Rp 7.000,- sampai Rp 10.000,-/gelas, karena tergantung dari lokasi dan target konsumennya.
Selain kopi ada tawaran yang lain yaitu teh gelas Goodtea. Modalnya mulai Rp 4,5 juta hingga Rp 7,5 juta dengan masa pengembalian modal dalam waktu dua hingga tiga bulan.
Goodtea menawarkan program waralaba dalam tiga paket, yakni paket A, paket B, dan tricycle booth. Praska Gilang Ramanda, Marketing Goodtea, mengatakan, paket-paket itu mempunyai harga paket yang berbeda. Paket A ditawarkan Rp 4,5 juta, paket B ditawarkan Rp 5,5 juta, dan paket tricycle booth Rp 7,5 juta.
Waralaba Goodtea juga tidak menarik biaya royalti dan fee franchise kepada mitranya. Semua keuntungan yang diraih franchisis (istilah pewaralaba Goodtea) dimiliki sepenuhnya oleh pewaralaba. Anda tertarik?

(A Sunu Dirgantoro/Warta Kota)
Semerbak Coffee Blend
Jalan Nusantara No.27A – Samping Bank Mandiri, Depok, Jawa Barat 16421
Telepon:  021 9727 4878, 0818 0809 8369
Email:     info@semerbakcoffee.com

5/28/2010
Posted by Healthy care

4/30/2010

Cara mencicipi Kopi

Posted by Healthy care

Pasti anda sudah tahu kalau di permukaan lidah kita terdapat ratusan bahkan ribuan bintik2 kecil (saya tidak pernah tahu berapa jumlah persisnya. Kalau mau anda boleh hitung sendiri :-) ). Di dalam bintik2 itu terdapat urat2 syaraf yang berfungsi sebagai pendeteksi rasa. Dalam mulut kita terdapat sekitar 10.000 syaraf pendeteksi rasa yang sebagian besar terletak di lidah, dan ada juga yang terletak di dinding atas mulut dan tenggorokan.
Yang sedikit mengejutkan adalah, syaraf2 tersebut hanya bisa membedakan 5 macam rasa: manis, asam, asin, pahit, dan umami. Alasan dari keterbatasan tersebut adalah karena tubuh manusia merasa perlu memiliki kemampuan membedakan tanda2 vital antara nutrisi dan racun dari rasanya. Rasa umami misalnya, menunjukkan bahwa bahwa kita sedang mengkonsumsi protein.

Faktor Aroma

Anda juga pasti sudah pernah mendengar bahwa bila hidung kita ditutup, kita kehilangan kemampuan untuk membedakan rasa makanan yang teksturnya hampir sama. Buah apel dan pir, misalnya. Itu karena yang selama ini kita kenal dengan istilah “rasa” adalah gabungan dari sensasi yang ditimbulkan oleh indera perasa dan indera penciuman. Itulah sebabnya para ahli selalu menghirup aroma kopi dan wine sebelum mencicipinya.

Faktor Keturunan

Kualitas indera perasa manusia diturunkan dari orang tua mereka. Beberapa orang memang punya kemampuan mendeteksi rasa lebih baik dari orang lain. Contohnya ada sekelompok orang yang disebut super tasters, yang mempunyai kemampuan untuk mendeteksi kandungan propylthiouracil (PROP) dalam makanan yang tidak terdeteksi oleh kebanyakan orang. Secara umum mereka juga mempunyai sensitivitas lebih tinggi akan rasa2 lain.
Yang termasuk dalam kategori di atas boleh lebih sering pergi ke tempat ibadah masing2 untuk bersyukur, tapi bukan berarti orang biasa seperti kita tidak bisa menikmati rasa secara maksimal. Caranya sederhana saja..

Cara Mencicipi Kopi

Pada prinsipnya kita harus memaksimalkan sensasi yang ditimbulkan oleh indera perasa dan penciuman kita. Kopi jangan diminum, jangan diseruput, tapi dihirup. Pada waktu kopi menyentuh bibir bawah anda, hirup aromanya sambil masukkan kopi ke mulut hingga menyebar merata ke atas lidah kita. Dengan cara itu kita memaparkan kopi semaksimal mungkin ke syaraf pendeteksi rasa dalam mulut sekaligus mengirimkan aroma ke indera penciuman sehingga otak mendapatkan informasi yang lengkap tentang kopi yang kita minum.
Coba lakukan cara ini untuk mencicipi beberapa jenis kopi yang berbeda, kemudian analisa perbedaannya berdasarkan 5 rasa dasar di atas: apakah kopinya manis, atau pahit, bagaimana tingkat keasamannya dibandingkan kopi yang itu, dan seterusnya. Mungkin anda akan heran seberapa jelas perbedaan rasa yang bisa anda rasakan.

Espresso = Kopi Super Pahit?

Saya sering mendengar banyak orang yang -ironisnya- menyatakan diri sebagai “penggemar espresso” mendeskripsikan espresso sebagai kopi super pahit. Menurut saya ini anggapan yang keliru.
Rasa pahit memang ada dalam kopi secara alami karena kandungan kafeinnya, tapi seharusnya bukan menjadi rasa yang dominan. Rasa pahit berlebihan dan kurangnya aroma biasanya disebabkan karena kesalahan ekstraksi. Suhu ekstraksi terlalu panas misalnya dapat membakar kopi sehingga rasa pahit lebih menonjol. Kopi Robusta juga terasa lebih pahit karena kandungan kafeinnya jauh lebih tinggi dari Kopi Arabika. Espresso yang diekstraksi dengan benar mempunyai rasa manis alami dan komponen rasa pahit dan asam yang seimbang.
Coklat juga punya rasa pahit alami bukan? Tapi saya yakin anda tidak akan menjadi penggemar coklat kalau rasa pahitnya lebih dominan dibanding rasa lainnya. :-)

4/29/2010

Kopi Termahal di Dunia

Posted by Healthy care

Indonesia memang punya beragam kopi. Mulai dari kopi Aceh, Kopi Makasar, Kopi Toraja, dan lainnya. Tapi, ada satu kopi asal Indonesia yang mendunia. Yaitu, kopi Luwak. Apa keistimewaannya?

Kopi luwak terkenal dengan harganya yang cukup mahal. Jika Anda ingin menyeruput kopi jenis ini di Jakarta, harga bisa ratusan ribu rupiah per cangkir.

Namun, menurut Oprah Winfrey dalam salah satu episode talkshow-nya, di Amerika, secangkir kopi luwak dihargai mencapai US$50 (Rp 500 ribu). Dan, dalam kemasan dijual sekitar US$600 (Rp 60 juta) per 4,5 kg. Itulah sebabnya kopi ini dijuluki kopi termahal di dunia.

Alasan kopi ini mahal dan istimewa, karena proses menjadi kopinya yang unik. Kopi luwak adalah biji kopi yang ditemukan pada kotoran luwak, sejenis hewan tupai yang banyak hidup di pinggir hutan dekat perkebunan kopi. Luwak (Paradoxurus hermaphroditus) disuguhi biji kopi robusta

Secara alamiah, luwak mempunyai insting memilih biji kopi yang benar-benar masak dan patut dimakan. Di dalam pencernaan luwak, biji kopi mengalami reaksi kimiawi dengan enzim pencernaan luwak. Proses inilah yang memberikan rasa berbeda pada kopi luwak.
Nah, dari kotoran luwak tersebutlah biji kopi yang utuh yang akan diproses menjadi kopi luwak. Dan, menjadi secangkir kopi luwak yang nikmat beraroma kuat.

Tertarik untuk mencobanya?  

Pipiet Tri Noorastuti, Mutia Nugraheni
Secangkir kopi (inmagine)
Aroma dan rasa kopi favorit memang bisa menenangkan pikiran. Saat pekerjaan sedang menumpuk, kopi bisa mengembalikan semangat. Lalu, kapan saat yang tepat untuk minum kopi ?

- Pukul 07.00
Anda bisa minum kopi pada pagi hari. Kandungan kafein dalam kopi bisa meningkatkan proses metabolime dan bisa membakar 15 hingga 25 kalori. Untuk mendapatkan efek maksimal lebih baik pilih kopi hitam dengan sedikit gula.

- Pukul 09.00
Sebelum rapat dengan atasan atau presentasi di depan klien, Anda bisa minum kopi terlebih dahulu. Menurut laporan dalam European Journal of Social Psychology, konsumsi kafein dalam jumlah yang tidak berlebihan bisa membuat orang lebih terbuka dan persuasif.

- Tengah hari
Jika Anda berencana untuk olahraga sepulang kantor, minumlah kopi saat tengah hari. Hal itu karena kafein bisa memblokir sinyal kelelahan otot, sehingga latihan terasa lebih mudah.

- Pukul 15.00
Saat Anda mulai jenuh dengan pekerjaan di sore hari, minumlah kopi. "Istirahat minum kopi bisa membuat Anda lebih bahagia dan lebih ramah," kata Laura Juliano, Ph.D., seorang peneliti kafein di American University, seperti dikutip dari laman Self.

Tetapi ingatlah jangan terlalu banyak minum kopi. Batasi hanya dua cangkir kopi per hari untuk menghindari kecanduan.

4/29/2010

Benarkah Kopi Tingkatkan Kesuburan ??????

Posted by Healthy care


VIVAnews - Sejumlah penelitian mengungkap khasiat kopi untuk kesuburan pria. Kandungan kafeinnya dikatakan dapat meningkatkan kemampuan gerak sperma. Benarkah?

Kepala Klinik Yasmin Kencana Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, dr Anton Hestiantoro, SpOG, membenarkan banyaknya penelitian di mancanegara yang memunculkan pemahaman bahwa konsumsi kopi meningkatkan kesuburan pada pria.

Salah satunya adalah hasil penelitian dari Coffee Science Information Centre di Brazil. Dr Euan Paulus, juru bicara lembaga itu, mengatakan, kafein merangsang sel-sel dopamin di dalam otak, sehingga membantu orang untuk berkonsentrasi. "Ada kemungkinan sperma juga mengalami dorongan ketika seorang pria menerima asupan kafein," ujarnya.

Tapi, menurut dr Anton, belum ada penelitian yang mampu membuktikan kerja kafein terhadap sperma secara detail. "Penelitian-penelitian saat ini belum ada yang sahih. Tidak ada pendapat konsisten mengenai kopi dan kesuburan, sebenarnya bukan kopinya tapi kandungan kafein di dalamnya," ujarnya.

Dr Anton memperingatkan para pria agar tak mengonsumsi kopi secara berlebih demi meningkatkan kesuburannya. Sebab, konsumsi berlebih justru memicu asam lambung dan meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke. "Lebih baik konsumsi sewajarnya saja," ucapnya.

Sementara pada wanita, kandungan kafein dalam kopi justru dapat mengganggu kesuburan yang membuatnya sulit hamil. Yang dicurigai sebagai biang keladi infertilitas adalah efek stimulan atau daya rangsang kafein yang menyebabkan perubahan kadar hormon.

Batasi konsumsi kafein di bawah 300 mg per hari (300mg kafein = 3 cangkir kopi atau 6 kaleng minuman soda). Ingat, bahwa kafein tidak cuma terdapat pada kopi, tapi pada makanan lain seperti cokelat, softdrink, aspirin

4/26/2010

coffee Luw@k

Posted by Healthy care

Kopi Luwak adalah seduhan kopi menggunakan biji kopi yang diambil dari sisa kotoran luwak/musang kelapa. Biiji kopi ini diyakini memiliki rasa yang berbeda setelah dimakan dan melewati saluran pencernaan luwak. Kemasyhuran kopi ini di kawasan Asia Tenggara telah lama diketahui, namun baru menjadi terkenal luas di peminat kopi gourmet setelah publikasi pada tahun 1980-an. Biji kopi luwak adalah yang termahal di dunia, mencapai USD100 per 450 gram.
Kemasyhuran kopi ini diyakini karena mitos pada masa lalu, ketika perkebunan kopi dibuka besar-besaran pada masa pemerintahan Hindia Belanda sampai dekade 1950-an, di mana saat itu masih banyak terdapat binatang luwak sejenis musang.

Gambar Kopi luwak asli
Luwak, atau lengkapnya musang luwak, senang sekali mencari buah-buahan yang cukup baik dan masak termasuk buah kopi sebagai makanannya. Luwak akan memilih buah kopi yang betul-betul masak sebagai makanannya, dan setelahnya, biji kopi yang dilindungi kulit keras dan tidak tercerna akan keluar bersama kotoran luwak. Biji kopi seperti ini, pada masa lalu sering diburu para petani kopi, karena diyakini berasal dari biji kopi terbaik dan telah difermentasikan secara alami dalam perut luwak. Dan konon, rasa kopi luwak ini memang benar-benar berbeda dan spesial di kalangan para penggemar dan penikmat kopi.
"Kopi Luwak" sekarang telah menjadi merek dagang dari sebuah perusahaan kopi. Umumnya, kopi dengan merek ini dapat ditemui di pertokoan atau kafe atau kedai seperti di Mall Atrium di daerah Senen, atau Mall Ciputra, Grogol, Jakarta yang terdapat Cafe "Kopi Luwak". Namun belum tentu racikan kopi yang dijual disana benar-benar berasal dari luwak atau tepatnya "kotoran" luwak.

4/26/2010

Kopi, Secangkir Minuman yang Nikmat

Posted by Healthy care

Kopi merupakan salah satu minuman yang paling digemari banyak orang. Dari setiap tiga orang di dunia, salah satunya adalah peminum kopi. Kopi memang sungguh nikmat jika diminum baik pagi hari, atau saat malam hari ketika pekerjaan menumpuk. Kopi merupakan salah satu minuman yang paling dinikmati banyak orang, yang tidak sekadar diteguk saja, namun juga dinikmati. Bisnis kopi pun telah menjadi bisnis puluhan milyar dolar, yang hanya mampu disaingi oleh bisnis minyak bumi.

4/25/2010

coffee arabica versus coffee Robusta

Posted by Healthy care

Kopi Arabika dan Kopi Robusta

Biji KopiMeski di seluruh dunia ada sekitar 70 spesies pohon kopi, dari yang berukuran seperti semak belukar hingga pohon dengan tinggi 12 meter, namun hanya ada dua spesies pohon kopi yang secara umum dikenal untuk diproduksi sebagai produk kopi. Kedua spesies ini digunakan untuk produksi sekitar 98 persen produksi kopi dunia. Apa sajakah itu? Kopi yang pertama kali dikembangkan di dunia adalah Kopi Arabika yang berasal dari spesies pohon kopi Coffea arabica. Kopi jenis ini yang paling banyak diproduksi, yaitu sekitar lebih dari 60 persen produksi kopi dunia. Kopi arabika dari spesies Coffea arabica menghasilkan jenis kopi yang terbaik. Pohon spesies ini biasanya tumbuh di daerah dataran tinggi. Tinggi pohon kopi ini antara 4 hingga 6 meter. Kopi arabika memiliki kandungan kafein tidak lebih dari 1,5 persen serta memiliki jumlah kromosom sebanyak 44 kromosom.
Pohon kopi spesies lainnya yang juga cukup banyak diproduksi sebagai produk kopi adalah Coffea canephora yang sering dikenal sebagai Kopi Robusta. Tinggi pohon Coffea canephora mencapai 12 meter dan dapat ditanam di daerah yang lebih rendah dibanding kopi arabika. Kopi robusta biasanya digunakan sebagai kopi instant atau cepat saji. Kopi robusta memiliki kandungan kafein yang lebih tinggi, rasanya lebih netral, serta aroma kopi yang lebih kuat. Kandungan kafein pada kopi robusta mencapai 2,8 persen serta memiliki jumlah kromosom sebanyak 22 kromosom. Produksi kopi robusta saat ini mencapai sepertiga produksi kopi seluruh dunia.

4/25/2010

Coffee Distribution History

Posted by Healthy care

Coffee Distribution History
Coffee plant seeds and then baked and served mashed. Method of roasting coffee beans themselves are not unknown when he started. But the coffee plant originated from the highlands of Ethiopia, which at that time the wild plants in Ethiopia. Then the coffee plants from here was developed in the Arabian Peninsula around the 15th century, which became famous Arabica Coffee. Arabica coffee is currently the most widely type of coffee produced in the world that is reaching more than 60 percent of world coffee production.
According to legend, coffee was invented by a young Arab named Kaldi, a goatherd. He always noticed that the goat was always happy to show symptoms after a bite of seeds and leaves of green plants. Out of curiosity, he tried to plant seeds, and feel the effects of passion and joy. This discovery eventually spread by word of mouth, since according to legend was born in the Arabian coffee.
In 1610, the first coffee plants were planted in the regions of India. Dutch people began to study proliferation of coffee in the year 1614. Then in 1616, they managed to get seeds and plant a fertile coffee and immediately set up a coffee plantation in Sri Lanka and the land of Java (Indonesia) in 1699. Then by the Dutch people, this plant spread to the Dutch colony in Central America as in Surinam and the Caribbean. Then the nation of France is also interested in the coffee trade. They bought coffee seeds from Holland and then developed in Reunion Island east of Madagascar. But they failed to develop the coffee here. Then in 1723, the French nation to try to develop coffee plantations in the area of the island of Martinique. In the 1800s, coffee plantations developed in Hawaii. Later these plants were also developed in Brazil and other regions.

 
Origin Coffee Words
Words in English coffee or coffee comes from the Arabic qahwah, which means strength. Then said the coffee that we know today originated from the Turkish language which then later became kahveh Koffie in Dutch and in English coffee. The word is absorbed into the Indonesian language to be coffee.

 
Coffee in the Age of the past until now
Coffee was originally used as a food product. Then the coffee is used as a substitute for wine. Later coffee is also used as medicine. And now the famous coffee as a beverage which seemed very popular.
At first the coffee is used as food. All the crushed coffee beans, then add oil. Then the dough is shaped into a round and the food. Until today, some tribes in Africa still take coffee in the form like that.
Later, the coffee is used as a substitute for wine. Coffee beans created as a beverage similar to wine. Some people make a drink like this by pouring boiling water over the coffee beans that have been dried.
As a drug, coffee can be beneficial for treating migraines, headaches, heart disorders, asthma and chronic bowel disorders. Nevertheless, for excessive coffee consumption can have a negative impact. If the consume is belebih coffee can increase stomach acid, causing tension, and speed up the heartbeat. In addition, coffee consumption is excessive, often associated with stomach ulcers.
Later, the coffee is used as a pretty delicious drink. Dried coffee beans are then roasted and milled in the shell. The result then can become a delicious coffee beverage. Later found in coffee bean grinder machine that facilitates the production of coffee as a beverage.

4/25/2010
Posted by Healthy care
4/20/2010

Honesty

Posted by Healthy care

hose who pride themselves on their honesty should also concern themselves with this principle: The effectiveness of honesty depends on a person's willingness to face the truth, which may conflict with this person's desires and provoke denial.

In such a case, how can one promote this willingness, despite this conflict? The answer to this question could prove useful to anyone who seeks to be effectively honest with people in denial. Ultimately, it could benefit these people, whose denial is contrary to their best interest. I go on the assumption that truth, or the conformity of thought to reality, is the sine qua non of vital efficacy. Health, pleasure, successful careers, and harmonious relationships require that we know the needs and capabilities of our nature, and the workings of the world. The absence of this knowledge leads to accidents, illness, suffering, failure, and death. Therefore, the first object of our desires should be truth, or the knowledge of ourselves and the world around us. Why then are people often unwilling to face it?

I believe there are two reasons for this unwillingness. Firstly, the desire to know the truth, which originates in the desire to live happily, spontaneously degenerates into the desire to be right, to avoid the insecurity and shame associated with error and ignorance, and also to avoid the effort to learn. Thus fear, pride, and laziness are obstacles to the pursuit of truth and happiness. People are unlikely to admit they are wrong when they are, unless they possess courage and humility. Whoever takes their good to heart should help them develop these virtues.

Secondly, the truth may be known from experience about a happy way of life. The desire to know the truth then turns into the desire to see the truth last. Mental inertia becomes the law, proportional to the force of attraction exerted on the mind by this happy way of life. Any upheaval that breaks the status quo is denied: "I cannot believe it; this cannot be happening." Reality is deemed unreal because it no longer tallies with the desired truth. Denial can therefore be regarded as a deviant process that conforms facts to ideas, instead of the opposite. Reason is overthrown and emotions reign, as one strives to prove reality wrong to spare oneself the loss of a happy way of life and the pursuit of another, this loss and this pursuit being associated with grief, strain, and doubt, or even despair.

To help a person acknowledge an undesired truth about a radical change in reality, one has to couple honesty with wisdom to heighten this person's awareness of the human capacity for adaptation. This capacity is best illustrated by the example of people who have suffered a terrible misfortune and progressively discovered a new outlook and a new happiness, more enlightened and satisfying than the old ones. In addition, one has to stimulate the will of this person, who is left with a formidable challenge: to start her or his life over. Lastly, this heightened awareness and this stimulated will may weaken at times, calling for reinforcement. All in all, against the unwillingness to face the truth, the effectiveness of honesty is always difficult and uncertain.

4/18/2010

solo lawu: Suronan

Posted by Healthy care
11/16/2009

seberapa yakin,kah anda dengan doa anda

Posted by Healthy care

Salam ikhlas



Teman-teman pejuang ikhlas, berikut ini saya kutipkan beberapa paragraf dari buku terbaru mas Nunu, “The Science & Miracle of Zona Ikhlas” semoga bermanfaat

Suatu malam seseorang memesan taksi agar datang menjemputnya besok pagi, lalu ia meletakkan gagang telepon sambil merasa yakin taksi yang dipesannya akan datang. Ia pun tertidur lelap dengan penuh keyakinan bahawa saat ia bangun taksi pesanannya pasti datang. Pernahkan anda bertanya mengapa kita merasa begitu yakin permintaan kita akan dipenuhi oleh “perusahaan taksi”?? namun tidak demikian kualitas perasaan kta saat meminta kepada yang Maha Mengabulkan doa??

Teman-teman para pejuang ikhlas, kadangkala ini merupakan hal sederhana yang membuktikan kurang ikhlasnya kita dan kurang yakinnya kita dalam berdoa kepada Tuhan.


Semoga bermanfaat
Yang baik itu semuanya dari Allah dan yang buruk itu dari setan dan hawa nafsu manusia.

***********************************************************
Terima kasih untuk anda semua yang telah bergabung dengan group ini
Semoga kita semua di karuniakan kebaikan dan keikhlasan.

Pengurus mengharapkan kritik dan saran dari anda semua untuk kebaikan dan kelangsungan group ini.
Kami juga menerima sharing dari rekan2 tentang keikhlasan dan hal-hal positif lainnya dan juga mungkin kalau ada hal yang ingin di diskusikan silahkan kirimkan pesan anda ke admin atau membalas pesan ini

Terima kasih

Salam ikhlas

11/16/2009

f33LL GOOD

Posted by Healthy care

Konsep berpikir positif yang selama ini kita pahami sesungguhnya mengabaikan pentingnya memperhatikan perasaan pada saat kita berpikir. Padahal kita semua sepakat bahwa pikiran kita (12%) hanyalah efek dari perasaan kita (88%). Maka apa pun dan bagaimana pun upaya kita untuk membentuk pikiran agar positif, kalau perasaan kita masih negatif, pasti pikiran kita kembali negatif. Oleh karena itu melatih pikiran postif yang rasanya enak merupakan keharusan bagi kita, apabila kita menginginkan sesuatu itu benar-benar terjadi.



Oprah Winfrey dalam buku Quantum Ikhlas yang ditulis Erbe Sentanu (2007) mengatakan, “Manusia dibimbing oleh kekuatan yang lebih tinggi yang lebih berupa perasaan ketimbang pikiran. Dan ketika kita memahami kekuatan perasaan itu, kita tahu pasti bahwa kekuatan itu datang dari Tuhan.”

Manusia sangat beruntung karena diberikan instrumen navigasi luar biasa oleh Tuhan, berupa perasaan di hatinya.


Perasaan atau emosi ini merupakan alat utama untuk mengukur, seberapa jauh atau dekatnya kita dari tujuan kita atau sumber “aliran berkah” Sang Pencipta, yaitu ketika perasaan itu positif atau ikhlas. Sebaliknya, ketika perasaan kita negatif atau nafsu, kita relatif jauh dari “pintu berkah” untuk mencapai tujuan kita.

Perasaan positif menunjukkan jalur energi ilahi yang terbuka, dan perasaan negatif menunjukkan jalur energi ilahi yang tertutup. Melalui instrumen navigasi ini, kita dapat mengetahui bahwa di dalam diri kita terdapat dua zona, yaitu zona nafsu dan zona ikhlas.



Zona nafsu adalah wilayah hati yang dipenuhi dengan keinginan namun terasa menyesakkan dada. Zona ini diselimuti oleh energi rendah (lo-energy) karena yang ada di dalamnya adalah perasaan negatif: cemas, takut, keluh kesah, dan amarah. Sedangkan zona ikhlas adalah zona yang bebas hambatan, terasa lapang di hati.



Energi yang menyelimuti zona ikhlas adalah perasaan-perasaan positif yang berenergi tinggi (hi-energy) seperti rasa syukur, sabar, tenang, damai, bahagia.

Perasaan adalah bahan baku inti dari pikiran kita, dan melalui perasaan, kita mengundang apa yang kita pikirkan. Maka operasikan pikiran itu dengan sengaja, yaitu memilih pikiran yang positif sambil mem-perhatikan betul bagaimana rasanya pikiran-pikiran itu, dan upayakan agar semua pikiran itu terasa enak dan ikhlas.



Apabila terasa tidak enak, artinya kita masih jauh dari yang kita inginkan. Tetapi kalau perasaan di hati sudah enak dan semakin enak, pertanda kita sudah semakin dekat dengan yang kita inginkan.



Sekarang saatnya bagi kita untuk merevisi konsep kita mengenai “perubahan “paradigma” yang mendewakan/men-Tuhan-kan pikiran (positive thinking), yang menyebutkan “Anda akan mendapatkan apa yang paling sering Anda pikirkan” dengan paradigma hati (positive feeling): “kita akan mendapatkan apa yang paling sering kita rasakan (sewaktu kita memikirkannya)”.